Senin, 22 Mei 2017

Rekapitulasi Nilai Akhir Lomba Lintas Alam Terpadu (L2AT) Ke II





Senin, 15 Mei 2017

Tanda Pengenal dan Atribut Pramuka Penegak

Dalam pemasangannya ada beberapa tanda pengenal (atribut pramuka) yang dipasang sama seperti adik-adiknya (siaga dan penggalang), namun tentunya ada pula yang berbeda. demikian halnya dengan pemasangan atribut pada penegak dan pandega putra dengan putri.

Cara memasang dan meletakkan atribut (tanda pengenal) tersebut akan kita bahas tuntas. Baca: Model Pakaian Pramuka Penegak Pandega Putri dan Topi Pramuka Penggalang Penegak Pandega Putri.


Gambar Pemasangan Atribut Pramuka Penegak dan Pandega Putra


Pemasangan tanda pengenal atau atribut pramuka pada pakaian seragam pramuka untuk pramuka penegak dan pandega putra adalah sebagai mana gambar berikut ini. Klik gambar untuk menampilkan gambar dalam ukuran yang lebih besar.


Gambar Pemasangan Atribut Pramuka Penegak dan Pandega Putra
Gambar Pemasangan Atribut Pramuka Penegak dan Pandega Putra
Penjelasan tentang tata cara dan letak pemasangan masing-masing atribut diuraikan di keterangan di bagian bawah artikel ini.

Gambar Pemasangan Atribut Pramuka Penegak dan Pandega Putri


Antara putra dan putri, terdapat atribut yang pemasangannya sama namun ada juga yang berbeda. Pemasangan tanda pengenal atau atribut pramuka pada pakaian seragam pramuka untuk pramuka penegak dan pandega putri adalah sebagai mana gambar berikut ini. Klik gambar untuk menampilkan gambar dalam ukuran yang lebih besar.

Pemasangan Atribut Pramuka Penegak dan Pandega Putri
Gambar Pemasangan Atribut Pramuka Penegak dan Pandega Putri

Penjelasan tentang tata cara dan letak pemasangan masing-masing atribut diuraikan di keterangan di bagian bawah artikel ini.

Penjelasan Pemakaian Atribut Pramuka Penegak dan Pandega


Bentuk dan tata cara pemasangan atribut (tanda pengenal) untuk pramuka penegak dan pandega adalah sebagai berikut:

  1. Tanda Tutup Kepala; Berbentuk lingkaran (putri) dan segi delapan (putra) dengan warna dasar kuning. Pada pramuka putri dipasang di topi pramuka bagian depan sedangkan untuk untuk putra di samping kiri kabaret pramuka.
  2. Tanda Pandu Dunia (WOSM); Berwarna dasar ungu. Untuk putri berbentuk lingkaran, dipasang di kerah baju sebelah kanan. Sedang untuk putra berbentuk persegi, dipasang di dada sebelah kanan, tepat di atas papan nama.
  3. Tanda Kecakapan Umum (TKU) penegak dan pandega; Berbentuk trapesium dengan gambar sepasang tunas kelapa dan tulisan BANTARA, LAKSANA, atau PANDEGA. Dipasang di pundak dengan dilekatkan pada lidah baju kanan dan kiri baik pada pramuka penegak putri maupun putra. Baca : Tanda Kecakapan Umum Penegak.
  4. Tanda Pelantikan; Berwarna dasar coklat tua. Untuk putri berbentuk lingkaran, dipasang di kerah baju sebelah kiri. Sedang untuk putra, dipasang di dada sebelah kiri, pada lipatan saku baju.
  5. Papan Nama; Berwarna dasar coklat muda. Baik putra maupun putri dipasang di dada sebelah kanan. Untuk putra tepat di antara saku baju dan tanda pandu dunia (WOSM).
  6. Tanda Lokasi Kwarcab; Memuat nama kwartir cabang (Kabupaten/Kota) anggota pramuka tinggal. Baik putra maupun putri dipasang di lengan baju sebelah kanan, paling atas. Khusus penegak dan pandega yang menjadi Dewan Kerja Daerah (DKD) dan Dewan Kerja Nasional (DKN) tidak mengenakan tanda ini.
  7. Tanda Gugusdepan; Memuat nomor gugusdepan di mana anggota pramuka bergabung. Baik pada putra maupun putri, dipasang di lengan baju sebelah kanan, tepat di bawah Tanda Lokasi Kwarcab. Untuk anggota putri, nomor gudepnya genap dan untuk putri nomornya ganjil. Khusus untuk pramuka penegak dan pandega yang menjadi dewan kerja (DKC, DKD, atau DKN) tidak memakai tanda ini.
  8. Lencana Wilayah / Badge Daerah; Memuat lambang kwartir daerah di mana anggota pramuka tinggal. Dipasang di lengan baju pramuka sebelah kanan, di bawah Tanda Gudep. Khusus penegak dan pandega yang menjadi Dewan Kerja Nasional, lencana wilayah yang dikenakan berupa gambar garuda pancasila dengan tulisan "INDONESIA". Baca : Tanda Satuan dalam Gerakan Pramuka.
  9. Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Penegak dan pandega; Terdiri atas tiga bentuk sesuai tingkatan TKK, yakni lingkaran (purwa), persegi (madya), dan segilima (utama). Baik pada putra maupun putri, dipasang lengan baju sebelah kanan, di kanan, kiri, dan bawah Lencana / Badge Daerah. Pemasangan TKK di lengan baju maksimal 5 buah TKK. Jika memiliki TKK lainnya (lebih dari lima) selebihnya dipasang di tetampan TKK.
  10. Tanda Jabatan; Terdiri atas tanda Pradana, Pemimpin Sangga, dan Wakil Pemimpin Sangga, dengan bentuk balok berwarna merah bersusun tiga, dua, dan satu. Juga lencana Dewan Kerja. Pemasangannya di dada sebelah kanan, pada pramuka putra tepat di lipatan pada saku baju.
  11. Tanda Sangga; Berbentuk persegi dengan gambar sesuai nama sangganya. Baik pada penegak putri maupun putra dipasang di lengan baju sebelah kiri paling atas (di atas tanda ambalan)
  12. Tanda Ambalan; Bentuk dan warna sesuai ketentuan ambalan masing-masing. Baik pada penegak putri maupun putra dipasang di lengan baju sebelah kiri tepat di bawah tanda sangga.
Selain tanda-tanda (atribut) sebagaimana tersebut di atas, seorang pramuka penegak dan pandega, jika memiliki, dapat juga memasang tiska (Tanda Ikut Serta Kegiatan), lencana dan tanda pramuka garuda, dan tanda perhargaan lainnya pada seragam pramuka. 
  • Tanda pramuka garuda, dan tanda penghargaan (semisal bintang tahunan) dikenakan di dada baju sebelah kiri (untuk pramuka putra di atas saku). 
  • Lencana pramuka garuda (berbentuk mendali dengan pitanya) dikalungkan di leher bersama dengan setangan leher pramuka.
  • Tanda ikut kegiatan (tiska) dipasang sesuai dengan ketentuan tiska tersebut.
Khusus bagi pramuka penegak yang menjadi anggota Satuan Karya Pramuka, pemakaian tanda ambalan diganti dengan bagde saka, tanda sangga diganti dengan tanda krida, serta tidak mengenakan tanda gugusdepan.
 
Sumber : http://pramukaria.blogspot.co.id

Sejarah dan daftar Raimuna Nasional Gerakan Pramuka

Sejarah dan daftar Raimuna Nasional Gerakan Pramuka. Raimuna Nasional telah dilaksanakan sebanyak sepuluh kali. Kelak, pada 2017 akan diselenggarakan Raimuna Nasional XI. Sesuai dengan sejarahnya, Raimuna Nasional pertama kali digelar pada tanggal 21 - 26 Agustus 1969 di Cimanggis, Jawa Barat, meskipun saat itu kegiatan tersebut belum dinamai Raimuna melainkan Perppanitera (Pertemuan Pramuka Penegak Pandega Puteri Putera).

Kegiatan kepramukaan yang menjadi pertemuan pramuka penegak dan pandega ini baru dinamai sebagai Raimuna pada perhelatannya yang ketiga

Mengenal Raimuna Nasional

Raimuna merupakan pertemuan pramuka penegak dan pramuka pandega dalam bentuk perkemahan besar. Tujuannya adalah untuk membina dan mengembangkan persaudaraan dan persatuan antar para pramuka penegak dan pandega. Raimuna diselenggarakan dalam bentuk perkemahan besar yang kegiatannya bersifat kreatif, rekreatif, produktif, dan edukatif.

Kata 'raimuna' berasal dari bahasa Ambai yang digunakan penduduk Yapen Timur di kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.

Raimuna terdiri atas dua gabungan kata yaitu 'rai' dan 'muna'. Rai berarti sekelompok orang. Rai juga dapat memiliki arti sekelompok kepala suku yang berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan bersama. 'Muna' memiliki arti daya kekuatan yang berpengaruh baik dalam mencapai keberhasilan.

Sehingga secara bahasa, 'raimuna' dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang tengah berkumpul bersama dengan segala daya kekuatan yang baik untuk mencapai tujuan bersama.

Raimuna diselenggarakan secara berjenjang berdasarkan penyelenggara dan pesertanya. Macam-macam tingkatan raimuna adalah sebagai berikut:

  1. Raimuna Nasional (Rainas), diselenggarakan oleh Kwartir Nasional dengan peserta dari seluruh Indonesia.
  2. Raimuna Daerah (Raida), diselenggarakan oleh Kwartir Daerah dengan peserta utusan dari masing-masing kwarcab di Kwarda tersebut.
  3. Raimuna Cabang (Raicab), diselenggarakan oleh Kwartir Cabang dengan peserta dari utusan dari kwarran dan gugusdepan di Kwarcab tersebut.
  4. Raimuna Ranting (Rairan), diselenggarakan oleh Kwartir ranting dengan peserta dari utusan giugusdepan di kwarran tersebut.

Sejarah Pelaksanaan Raimuna Nasional

Raimuna Nasional telah diselenggarakan sebanyak 10 kali. Terakhir kali Raimuna Nasional dilaksankaan di Jayapura, Papua pada 2012 silam. Dan Raimuna berikutnya (Rainas XI) akan diselenggarakan di Cibur, Jakarta, pada Agustus 2017.
Pada awal-awal penyelenggaraannya, pertemuan untuk pramuka penegak dan pandega ini tidaklah dinamai Raimuna melainkan PERPPANITERA atau Pertemuan Penegak Pandega Puteri Putera. Perppanitera ini dilaksanakan hingga dua kali yakni pada tahun 1969 dan 1972.
Saat itu di samping Perppanitera terdapat juga berbagai kegiatan lain untuk penegak dan pandega. Untuk menyikapi hal tersebut akhirnya Kwartir Nasional Gerakan Pramuka berinisiatif menyatukan semua kegiatan pramuka penegak dan pandega tersebut dalam satu kegiatan. Akhirnya kegiatan tersebut dinamai sebagai 'Raimuna'.
Penyelenggaraan raimuna melanjutkan pelaksanaan Perppanitera. Sehingga penyelenggaraan Raimuna Nasional Tahun 1976 pun dinamai sebagai Raimuna Nasional III, melanjutkan Perppanitera I (1969) dan Perppanitera II (1972).

Daftar Pelaksanaan Raimuna Nasional

Raimuna Nasional telah diselenggarakan sebanyak sepuluh kali ditempat-tempat yang berbeda. Simak video berikut ini.
Adapun daftar Raimuna Nasional secara lengkap, beserta logo kegiatan, adalah sebagai berikut.
1. Raimuna Nasional I (Perppanitera I) 
Dilaksanakan di Cimanggis, Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 21 - 26 Agustus 1969
 
2. Raimuna Nasional II (Perppanitera II)
Dilaksanakan di Bedugul, Tabanan, Bali, pada tanggal 14-23 Agustus 1972
3. Raimuna Nasional III 
Dilaksanakan di Karangkates, Malang, Jawa Timur, pada tanggal 14-24 September 1976
4. Raimuna Nasional IV 
Dilaksanakan di Cibubur, Jakarta, pada tanggal 7-14 Agustus 1982
Raimuina Nasional IV 1982
5. Raimuna Nasional V
Dilaksanakan di Cibubur, Jakarta, pada tanggal 14-21 Desember 1987
6. Raimuna Nasional VI
Dilaksanakan di Cibubur, Jakarta, pada tanggal 3-12 Juli 1992
7. Raimuna Nasional VII
Dilaksanakan di Cububur, Jakarta, pada tanggal 1-10 Juli 1997
Raimuna Nasional VII 1997
8. Raimuna Nasional VIII
Dilaksanakan di Prambanan, Sleman, Yogyakarta, pada tanggal 8-17 Juli 2003
Raimuna Nasional VIII 2003
9. Raimuna Nasional IX
Dilaksanakan di Cibubur, Jakarta, pada tanggal 27 Juni - 7 Juli 2008
Raimuna Nasional IX 2008
10. Raimuna Nasional X
Dilaksanakan di Jayapura, Papua, pada tanggal 8-15 Oktober 2012
Raimuna Nasional X 2012
11. Raimuna Nasional XI
Direncanakan diselenggarakan di Cibubur, Jakarta, pada Agustus 2017

Pada beberapa penyelenggaraan Raimuna Nasional, Pramukaria tidak menemukan (mengetahui) bentuk logo yang digunakan. Bagi pembaca yang memiliki gambar atau foto logo tersebut, akan sangat berarti jika sudi berbagi di sini.
Itulah sejarah dan daftar pelaksanaan Raimuna Nasional sejak penyelenggaraan yang pertama kali (1969) hingga Raimuna Nasional X (2012). Kini para pramuka penegak dan pandega tengah bersiap mengikuti Raimuna Nasional 2017, jangan sampai ketinggalan!

Logo dan maskot Raimuna Nasional XI Tahun 2017 telah dirilis.

 Maskot dan logo Raimuna Nasional 2017 tersebut tertuang dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 186 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Tingkat Nasional XI Tahun 2017.

Download Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Nasional XI Tahun 2017.

Dalam lampiran Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Tingkat Nasional XI Tahun 2017 tersebut memuat salah satunya lampiran tentang logo Kegiatan Raimuna Nasional 2017 dan Maskot Raimuna Nasional XI Tahun 2017.



Raimuna Nasional merupakan pertemuan terakbar pramuka penegak dan pandega se-Indonesia. Pertemuan pramuka dalam bentuk perkemahan besar ini menjadi event lima tahunan yang akan diikuti oleh ribuan pramuka penegak dan pandega utusan dari setiap Kwartir Cabang (Kabupaten/Kota) dari seluruh Indonesia.

Raimuna Nasional 2017 merupakan pelaksanaan Raimuna Nasional yang kesebelas. Direncanakan akan diselenggarakan pada tanggal 13-21 Agustus 2017 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Adapun logo dan maskot Raimuna Nasional 2017 adalah sebagai berikut.

1. Logo Raimuna Nasional 2017


Logo Raimuna Nasional XI Tahun 2017 berupa perbaduan gambar huruf "R" dan angka "11" dengan penambahan gambar tiga buah tenda, lambang WOSM, lambang Gerakan Pramuka, dan tulisan "Raimuna Nasional" dan "2017".

Adapun penampakan logo Raimuna Nasional 2017 adalah sebagai berikut.

Logo Raimuna Nasional 2017

Logo Raimuna Nasional XI tersebut memiliki makna sebagai berikut:

  • Gambar Tali Simpul berbentuk huruf “R” dan Angka “11” : melambangkan kegiatan Raimuna yang ke 11.
  • Gambar 3 (Tiga) Tenda : melambangkan dalam kegiatan Raimuna Nasional 2017 adalah berkemah serta mengamalkan Tri Satya.
  • Lambang WOSM dan Tunas Kelapa: melambangkan kegiatan diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka.
  • Tulisan “Raimuna Nasional XI 2017” Berwarna Merah memiliki arti semangat kegiatan terus meningkatkan persaudaraan, mencetak generasi Pramuka yang Kreatif, Inovatif, Berkarakter.

2. Maskot Raimuna Nasional 2017

Adapun maskot Raimuna Nasional XI Tahun 2017 dinamai "INO". Ini merupakan gambar Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) yang merupakan salah satu hewan langka Indonesia yang terancam punah. Sebutan INO memrujuk pada nama latin badak jawa yaitu "Rhinoceros sondaicus" atau penyebutannya dalam bahasa Inggris, "Javan rhinoceros".
Maskot Raimuna Nasional XI 2017 adalah sebagai berikut
Maskot Raimuna Nasional XI 2017
Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dipilih sebagai maskot mengingat badak jawa sebagai salah satu spesies hewan paling langka di Indonesia yang populasinya hanya tersisa 50-an ekor saja dan hanya mendiami di Taman Nasional Ujung Kulon saja.
Itulah logo Raimuna Nasional 2017 dan Maskot Raimuna Nasional 2017 yang menjadi baghian tidak terpisahkan dari penyelenggaraan Raimuna Nasional XI Tahun 2017, ajang pertemuan pramuka penegak dan pandega terbesar di Indonesia.
Sumber : http://pramukaria.blogspot.co.id

Kode Etik atau Kode Kehormatan Gerakan Pramuka

Kode Kehormatan Pramuka merupakan serangkaian ketentuan dasar (janji, nilai, dan norma) yang harus dilaksanakan oleh seorang pramuka dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi ukuran atau standar tingkah laku pramuka. Sehingga bisa dikatakan bahwa kode kehormatan merupakan kode etik anggota Gerakan Pramuka baik dalam kehidupan pribadi maupun di dalam masyarakat. Kode kehormatan pramuka ini telah diatur dalam Undang-undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka pasal 6. Pun tercantum dalam Anggaran Dasar (AD) Gerakan Pramuka pasal 12 dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Gerakan Pramuka pasal 14.
Kode kehormatan pramuka terdiri atas terdiri atas janji yang disebut ‘Satya Pramuka’ dan ketentuan moral yang disebut ‘Darma Pramuka’. Satya Pramuka sebagaimana tersebut dalam ART Gerakan Pramuka dinyatakan sebagai:

    1. diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota atau calon pengurus Gerakan Pramuka pada saat pelantikan menjadi anggota atau pengurus;
    2. dipergunakan sebagai pengikat diri pribadi demi kehormatannya untuk diamalkan; dan
    3. dipakai sebagai dasar pengembangan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Sedangkan Darma Pramuka, sebagaimana tercantum dalam ART Gerakan Pramuka, merupakan:
    1. nilai dasar untuk membina dan mengembangkan akhlak mulia;
    2. sistem nilai yang harus dihayati, dimiliki, dan diamalkan dalam kehidupan anggota Gerakan Pramuka di masyarakat;
    3. landasan gerak bagi Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan  kepramukaan yang diwujudkan dalam kegiatan untuk mendorong peserta didik manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, serta memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong; dan
    4. kode etik bagi organisasi dan anggota Gerakan Pramuka.

Macam dan Bunyi Kode Kehormatan Pramuka

Dalam Gerakan Pramuka, kode kehormatan ditetapkan dan diterapkan sesuai dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota Gerakan Pramuka yang meliputi:
  • Kode kehormatan bagi pramuka siaga yang meliputi Dwisatya (janji dan komitmen diri) dan Dwidarma (ketentuan moral). Bunyi kode kehormatannya adalah:
Dwisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
  • menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.
  • setiap hari berbuat kebaikan.
Dwidarma
  1. Siaga berbakti pada ayah dan ibundanya.
  2. Siaga berani dan tidak putus asa.
  • Kode kehormatan bagi pramuka penggalang yang meliputi Trisatya (janji dan komitmen diri) dan Dasadarma (ketentuan moral).
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
  • menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila,
  • menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat,
  • menepati Dasadarma.
Dasadarma
  1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  3. Patriot yang sopan dan kesatria.
  4. Patuh dan suka bermusyawarah.
  5. Rela menolong dan tabah.
  6. Rajin, terampil, dan gembira.
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
  8. Disiplin, berani, dan setia.
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
  • Kode kehormatan bagi pramuka penegak, pramuka pandega, dan anggota dewasa yang meliputi Trisatya (janji dan komitmen diri) dan Dasadarma (ketentuan moral).
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
  • menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila,
  • menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat,
  • menepati Dasadarma.
Dasadarma
  1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  3. Patriot yang sopan dan kesatria.
  4. Patuh dan suka bermusyawarah.
  5. Rela menolong dan tabah.
  6. Rajin, terampil, dan gembira.
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
  8. Disiplin, berani, dan setia.
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Kode kehormatan tersebut bukan sebuah hafalan yang cukup dihafalkan saja namun sebagaimana disebutkan di atas, seorang pramuka sudah seharusnya menepati Satya Pramuka dan mengamalkan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Nah, kalau ada pramuka tetapi tingkah lakunya tidak sesuai dengan kode kehormatan tersebut bagaimana? Semua pasti sudah bisa menjawab!.

Selasa, 09 Mei 2017

SIAPAKAH BELIAU ?

Sri Sultan Hamengkubuwono IX ( Sompilan Ngasem, Yogyakarta, 12 April 1912 - Washington, DC, AS, 1 Oktober 1988 ) adalah seorang Raja Kasultanan Yogyakarta dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau juga Wakil Presiden Indonesia yang kedua antara tahun 1973-1978. Beliau juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1961 - 1974) Biografi Lahir di Yogyakarta dengan nama GRM Dorojatun pada 12 April 1912, HamengkubuwonoIX adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Diumur 4 tahun Hamengkubuwono IX tinggal pisah dari keluarganya. Dia memperoleh pendidikan di HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung. Pada tahun 1930-an beliau berkuliah di Universiteit Leiden, Belanda (”SultanHenkie”). Hamengkubuwono IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada tanggal 18 Maret 1940 dengan gelar “Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan HamengkubuwonoSenopati Ing Alogo Ngabdurrokhman Sayidin Panotogomo Kholifatulloh Ingkang Kaping Songo”. Beliau merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. Selain itu, dia juga mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat “Istimewa”. Sejak 1946 beliau pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 adalah ialah Menteri Utama di bidang Ekuin. Pada tahun 1973 beliau diangkat sebagai wakil presiden. Pada akhir masa jabatannya pada tahun 1978, beliau menolak untuk dipilih kembali sebagai wakil presiden dengan alasan kesehatan. Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia mundur adalah karena tak menyukai Presiden Soeharto yang represif seperti pada Peristiwa Malari dan hanyut pada KKN. Minggu malam pada 1 Oktober 1988 ia wafat di George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat dan dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri.